Rabu, 14 September 2011

SUPIR ANGKOT MENGAMUK 3 ORANG JD KORBAN


Liputan6.com, Makassar: Seorang sopir angkutan kota di Makassar, Sulawesi Selatan, mengamuk, Rabu (14/9). Dia tiba-tiba mengamuk di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar sambil menghunus sebilah badik. Akibatnya, tiga orang tewas tertusuk--dua di antaranya adalah anak-anak.
Ridwan, saksi mata, mengungkapkan, tidak jelas alasan pelaku menikam para korbannya. Tiba-tiba saja pelaku menusuk Saldy (9) dan Junaedy (12) yang sedang mengatur lalu lintas. Keduanya tewas di lokasi kejadian.
Pelaku juga menikam pejalan kaki, Syamsul Alam (66). Korban tewas setelah kehabisan darah. Korban lain adalah Mutfadly (12) dan Ipah (ibu rumah tangga) yang hingga kini masih dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit akibat luka tikam. Belakangan diketahui seorang sopir angkot, Jaya, juga terluka setelah kena tikam. Sejumlah keluarga korban tewas yang datang ke rumah sakit langsung histeris.
Setelah menusuk para korbannya, kata Ridwan, pelaku sempat melarikan diri. Namun pelaku berhasil ditangkap. Warga yang marah kemudian mengeroyok pelaku sebelum akhirnya dibawa ke ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Informasi yang diperoleh menyebutkan pelaku bernama Petrus Pullo.
Kapolsekta Tamalanrea Kompol Amiruddin mengatakan, pihaknya sejauh ini belum dapat menyimpulkan motif di balik penikaman tersebut. Soalnya pelaku belum bisa diperiksa dan masih kritis dirawat di RS Bhayangkara.
Beberapa jam setelah penusukan, suasana Kota Makassar memanas. Warga yang tak terima terjadinya penikaman melakukan sweeping. Dua orang yang kebetulan berada di warung tak jauh dari lokasi kejadian menjadi sasaran.
Kedua orang itu dikejar dan dilempari batu hingga salah seorang di antaranya melompat ke Sungai Tello. Beruntung polisi yang berada di lokasi langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke Mapolsekta Tamalanrea.
Kemarahan warga juga dilampiaskan dengan merobohkan tempat mangkal sekelompok pemuda yang juga berada di Jalan Perintis Kemerdekaan. Tempat itu hanya berjarak 30 meter dari lokasi kejadian.
Untungnya, berangsur-angsur situasi Kota Makassar kembali tenang setelah personel Polrestabes Makassar turun ke lokasi meredam aksi warga. Untuk sementara tindakan anarkis bisa dicegah dan tidak berlanjut.(ULF)
Berikut data korban tewas:
1. Syamsul Alam (66), calo angkot
2. Saldy (9), siswa SD, tukang parkir
3. Junaedi (12), tukang parkir
Korban luka:
1. Mutfadly (12), penjaga warung, dirawat di RS Wahidin
2. Ipah (37), ibu rumah tangga, dirawat di RS Wahidin
3. Jaya, sopir angkot dirawat di RS Ibnu Sina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar